A/B testing atau split testing adalah metode eksperimen dimana Anda membandingkan dua versi halaman website untuk melihat mana yang menghasilkan konversi lebih baik. Daripada menebak apakah tombol merah atau hijau yang lebih efektif, Anda bisa mengujinya secara langsung dengan data nyata dari pengunjung website.
Prosesnya sederhana secara konsep. Buat dua versi halaman yang identik kecuali satu elemen yang ingin diuji. Pengunjung website akan secara random diarahkan ke salah satu versi. Setelah periode waktu tertentu dengan sample size yang cukup, bandingkan conversion rate dari kedua versi untuk menentukan pemenangnya.
Elemen yang umum di-test termasuk headline atau tagline, warna dan teks tombol CTA, layout halaman, gambar yang digunakan, panjang formulir, dan posisi elemen penting. Mulai dengan elemen yang Anda yakini memiliki dampak terbesar pada konversi dan test satu elemen pada satu waktu untuk hasil yang jelas.
Untuk UMKM dengan traffic yang tidak terlalu tinggi, A/B testing membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai statistical significance. Fokus pada perubahan yang cukup besar yang akan menghasilkan perbedaan konversi yang signifikan. Perubahan kecil seperti shade warna yang sedikit berbeda mungkin tidak worth it untuk di-test.
Tools seperti Google Optimize yang gratis memungkinkan UMKM untuk mulai melakukan A/B testing tanpa investasi besar. Mulai dengan satu test sederhana, pelajari prosesnya, dan kembangkan dari sana. Mindset berbasis data ini akan sangat berharga untuk optimasi website berkelanjutan.