Mayoritas pengunjung website tidak akan convert di kunjungan pertama. Data menunjukkan rata-rata conversion rate e-commerce hanya sekitar 2-3%, artinya 97% pengunjung pergi tanpa melakukan pembelian. Retargeting adalah strategi untuk tetap terhubung dengan mereka dan mendorong conversion di kemudian hari.
Facebook Pixel dan Google Ads remarketing tag adalah tools dasar untuk retargeting. Dengan memasang tracking pixel di website, Anda dapat menampilkan iklan kepada orang yang pernah mengunjungi website Anda saat mereka browsing Facebook, Instagram, atau website lain di Google Display Network.
Segmentasi audience berdasarkan perilaku membuat retargeting lebih efektif. Pengunjung yang melihat halaman produk tertentu, menambahkan ke keranjang tapi tidak checkout, atau mengunjungi halaman pricing memiliki intent yang berbeda. Sesuaikan pesan iklan dengan tahapan mereka di buyer journey.
Dynamic retargeting menampilkan produk spesifik yang pernah dilihat pengunjung. Teknologi ini secara otomatis generate iklan yang menampilkan item yang sama atau serupa dengan yang mereka browse. Pendekatan personalized ini memiliki conversion rate yang jauh lebih tinggi dibanding iklan generic.
Frequency capping penting untuk menghindari ad fatigue. Menampilkan iklan yang sama berulang kali dapat membuat orang annoyed dan bahkan merusak persepsi brand. Set batasan berapa kali iklan ditampilkan kepada satu orang dalam periode tertentu. Rotasi creative juga menjaga freshness campaign.