Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 70% pengguna internet di Indonesia mengakses website melalui perangkat mobile. Artinya, jika website bisnis Anda tidak tampil dengan baik di layar smartphone, Anda berpotensi kehilangan mayoritas calon pelanggan potensial. Inilah mengapa desain responsif menjadi sangat krusial bagi kesuksesan website UMKM.
Desain responsif adalah pendekatan dalam pembuatan website dimana tampilan dan layout website secara otomatis menyesuaikan dengan ukuran layar perangkat yang digunakan. Website yang responsif akan terlihat sama baiknya baik dibuka di desktop dengan layar besar, tablet dengan layar sedang, maupun smartphone dengan layar kecil. Pengunjung tidak perlu melakukan zoom atau scroll horizontal untuk melihat konten.
Google juga memberikan prioritas lebih tinggi pada website yang mobile-friendly dalam hasil pencariannya. Sejak implementasi mobile-first indexing, Google menggunakan versi mobile website sebagai acuan utama untuk ranking. Website yang tidak responsif akan kesulitan mendapat ranking yang baik di hasil pencarian, yang berarti lebih sedikit traffic organik ke website Anda.
Dari perspektif pengalaman pengguna, website yang tidak responsif menciptakan frustrasi yang berujung pada pengunjung meninggalkan website sebelum melakukan aksi apapun. Tombol yang terlalu kecil untuk di-klik, teks yang harus di-zoom untuk dibaca, atau menu navigasi yang sulit diakses adalah contoh masalah yang akan mengusir calon pelanggan Anda.
Saat memilih jasa pembuatan website, pastikan mereka menggunakan pendekatan desain responsif dari awal. Jangan terima website yang hanya terlihat bagus di desktop. Minta mereka untuk menunjukkan preview di berbagai ukuran layar sebelum website diluncurkan. Investasi pada desain responsif adalah investasi pada aksesibilitas dan pengalaman pengguna yang akan berbuah pada peningkatan konversi.