Gambar berkontribusi pada lebih dari 50% ukuran total halaman website rata-rata. Gambar yang tidak dioptimasi adalah penyebab utama website loading lambat, yang berdampak pada pengalaman pengguna, SEO, dan pada akhirnya konversi. Berikut teknik-teknik optimasi gambar yang wajib diterapkan.
Pilih format gambar yang tepat untuk setiap penggunaan. JPEG cocok untuk foto dengan banyak warna dan gradasi. PNG lebih baik untuk gambar dengan transparansi atau teks. WebP adalah format modern yang memberikan kompresi lebih baik tanpa kehilangan kualitas signifikan dan sudah didukung oleh semua browser utama.
Resize gambar sesuai ukuran yang dibutuhkan di website. Jangan upload gambar berukuran 4000 piksel jika di website hanya ditampilkan 800 piksel. Selain memperbesar ukuran file tanpa gunanya, browser juga harus bekerja lebih keras untuk meresize gambar tersebut.
Kompres gambar sebelum upload menggunakan tools seperti TinyPNG, Squoosh, atau ImageOptim. Tools ini dapat mengurangi ukuran file hingga 70-80% tanpa perbedaan kualitas yang terlihat dengan mata telanjang. Untuk website dengan banyak gambar, proses ini bisa sangat menghemat bandwidth.
Implementasikan lazy loading agar gambar di bawah fold tidak di-load hingga pengguna scroll ke bagian tersebut. Ini mempercepat waktu loading awal halaman secara signifikan. Browser modern sudah mendukung lazy loading native dengan menambahkan atribut loading lazy pada tag img.